Merawat Orang Tua Yang Telah Lanjut Usia

Tidaklah rugi bila kita di kasih kesempatan untuk merawat orang tua kita di kala beliau sudah lanjut usia. Pengorbanan beliau terhadap kita anak-anak yang di lahirkan sangat berarti sekali dalam kehidupan kita. Pengorbanan tersebut tidak pernah akan terbalaskan oleh kita sebagai anaknya, meskipun dengan harta yang berlimpah yang di berikan lepadanya oleh anak-anaknya. Dalam merawat beliau dihari tua, banyak godaan yang datang terhadap kita sebagai anaknya, hal ini dikarenakan psycolohy dari mereka sudah banyak berubah, bukan lagi sebagai orang tua tempat kita meminta perlindungan akan tetapi beliaulah yang meminta kepada kita perlindungan itu. Saya mencoba ingin berbagi buat anda semuanya, pengalaman dalam merawat Ibu yang telah melahirkan saya di kala usia yang telah senja ini. Mudah mudahan sangat bermanfaat buat semuanya.

Ibu, mamih saya di karunia 7 anak dan saya adalah anak laki-laki ke 6 yang beliau lahirkan. Ketika beliau masih muda sifat ibu saya yang aktif dalam berorganisasi dengan ibu-ibu dari tempat bapak bekerja sangat aktif sekali, hal ini beliau lakukkan untuk menunjang karir dari suaminya yaitu bapak saya. Karena saking aktifnya terkadang waktu untuk anak-anak sangat sedikit.

Ketika saya masih kecil terkadang ada rasa kekesalan karena sibuknya ibu dengan berbagai aktifitas Dharma Wanita nya. Kini di kala saya dewasa saya baru banyak mengeti akan hal itu. Mungkin bagi saudarasaudara saya yang lain tidak mengerti hal tersebut dilakukkan ibu saya dahulu, sehingga timbul rasa acuh ketika beliau sudah lanjut usia kini.

Yang perlu di perhatikan oleh kita sebagai anaknya dalam menghadapi orang tua yang telah lanjut usia adalah kesabaran, keiklasan, memberikan waktu dan mau menerima apa yang sangat diinginkan oleh beliau, dan harus mengerti sifatnya. Jangan selalu menyalahkan sifat dan kebiasaan dari diri ibu sendiri yang sudah terpola sejak beliau anak-anak, dewasa, sebagai istri dan kini sebagai orang yang sudah lanjut usia.

Contoh dari uraian diatas yang pernah saya alami :

1. Kesabaran

- Ketika sedang membahas suatu hal, sering kali beliau bertanya sambil berulang ulang, terkadang rasa kesal timbul dari diri kita, krn cape untuk menjelaskannya kembali

- Bila ada keinginan minta segera dilayani, seolah tidak pernah mau tau kalau saya baru pulang bekerja dari pagi sampai malam.

- Bila sedang menyuapin terkadang lama di telan sehingga kesal menunggu

- Bila sedang ingin buang air besar atau kecil tidak pernah tau waktunya, yang terkadang saya sudah rapih dan pamit akan pergi kekantor baru ingin buang hajat. Sehingga timbul rasa kesal akan kesiangan sampai di kantor.

• Semua diatas adalah contoh yang mana kesabaran kita di coba, manusiawi kalau ada rasa kesal dalam diri kita menghadapinya, tapi segeralah beristigfar, agar rasa itu lenyap dari dalam diri kita, dan cobalah selalu mengenang akan pengorbanan kesabaran beliau menghadapi kita semasa kecil, belum seberapanya  dengan apa yang kita lakukkan untuk nya. Dengan telaten beliau merawat kita dengan kesabaran ketulusan hingga kita besar kini.

Segeralah meminta maaf bila beliau mengetahui kalau kita kesal dan tidak sabar.

2. Keiklasan

Apa yang kita kerjakan dalam merawat orang tua yang telah lanjut akan terasa oleh beliau dari kerjaan yang di kerjakan kita untuk nya, ada beberapa contoh yang saya alami dan komentar dari ibu ketika sedang melakukkan apa yang beliau inginkan

- Ketika sedang memandikan , beliau selalu bilang : “ kalau di mandiin kamu selalu banyak busanya, dan merasakan segar dan wangi, rasanya bersih badan mamih ini, beda kalau sama yang lain ! “

- Kekita memasang popok selalu hasilnya beda kalau popok tersebut terpasang oleh orang lain, maka dari itu beliau selalu menunggu sampai saya pulang kerja, meski sudah larut. Hal tersebut sudah saya utarakan knapa mesti nunggu saya, beliau hanya menjawab : “ kalau sama kamu pempersnya/ popok yang di pasang tidak pernah sakit kalau malam “.

• Rupanya kalau kita iklas mengerjakannya beliau tau dan merasakannya, karena saya suka mendengar keluhan saudara saudara kalau sudah melakukan hal untuk ibu sambil mengerutu dan terkadang asal-asalan

3. Sifat

Kenalilah sifat dan karakter orang tua kita, dan terimalah apa adanya karena karekter tersebut tidak akan pernah hilang dari dalam dirinya, seperti sifat dari mamihku yang selalu ingin memberi kepada orang lain meskipun beliau hanya punya pas-pasan, sebagai contoh ;

- Mamih selalu mendapat tambahan uang jajan dari anak-anaknya selain uang pensiunan, bila ada orang yang datang kerumah beliau selalu ingin memberi meski sedikit, selagi ada uang tidak menjadi masalah, tapi kalau uang jajannya menipis dan keinginan itu ada terkadang kita selalu kesal, karena bila habis dia akan muram dan terkadang menjadi sakit. Akan tetapi bila dia memberi ada kebahagian yang dia terima terpancar dari roman mukanya.

- Mamih selalu membanggakan putra sulungnya yang lebih maju kehidupannya dari anak-anak lainnya bila bercerita kepada saudara-saudara dan kerabatnya , akan tetapi si anak sulung ini kurang waktu untuk ibunya sendirinya, ini membuat kesal saudara-saudara lainnya.

• Disinilah kita musti dapat menerima sifat dan karakter dari ibu, itulah dia ibu kita sendiri. Dengan karakter dan sifatnya itu menjadikan kebahagian buat nya.

4. Memberikan waktu Kondisi ibu yang sudah tidak dapat berjalan dan melakukan aktivitas sendiri, harus dapat kita rasakan dan dapat melihat kebelakang bagaimaa kehidupan ibu kita yang dahulu sangat aktif, dapat kesana kemari sekarang hanya duduk di kursi roda atau berbariung di sofa bertemankan acara tv.

Dimana anak-anaknya sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing sehingga untuk berkomunikasi saja sudah mengalami kesulitan karena waktu.

Cobalah sediakan waktu sepulang kerja atau ada kesempatan, duduk di sebelahnya mengajak berbicara sambil melayani keperluannya. Ceritakan apa saja yang dapat membuat beliau dapat berkomunikasi dan merasa di pentingkan.

Cobalah cari waktu untuk mengajak jalan keluar rumah dengan mengendarai mobil berkeliling kota mampir di tempat makan / restaurant yang di inginkannya. Pasti kebahagian untuknya akan di dapat.

Kita semua akan tua, kita tidak akan pernah tau bila tua nanti akan seperti apa, Jadi belajarlah mengasihani, melayani, memperhatikan dan menemani serta berikan kebahagian untuk yang telah lanjut usia. Janganlah melihat masa lalu yang membuat kita sakit oleh yang telah lanjut usia ini terhadap kita, tapi lihatlah bagaimana kita dapat tidaknya membahagian di hari tuanya. Biarlah dia memuji si sulung setinggi langit, kita tidak perlu pujian kok, tapi kita menyayangi beliau ibu kita dengan segala kekurangan dan kelebihannya dan memberikan pelayanan yang SUPER untuknya, tanpa dia kita tidak ada, tanpa dia bukan siapa-siapa. Apa yang telah mereka kornamkan untuk kita, tidak pernah bisa kita membalasnya. Bekas suami, ada istilahnya, bekas istri ada istilahnya tapi tidak ada beskas ibu ……………love you mom, u always the 1st in my heart

Tentang gembolan

Saya suka sharing ilmu, pengalaman, tentang handycraft, tentang seni dan budaya dll. pokoknya apapun yang penting sangat bermanfaat bagi semua orang dan diri sendiri
Tulisan ini dipublikasikan di info ku dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Merawat Orang Tua Yang Telah Lanjut Usia

  1. alul berkata:

    salut brow,…smoga apa yg tlah dilakukan kpada ibunya Allah jua yg aka membalas kbaikan anda, AMIN

  2. Nia berkata:

    Sama seperti yg saya alami saat ini, ibu sudah 4 bulan sakit & hanya bs terbaring di tempat tidur’ny, pikiran’ny pun kembali sprti anak2 lg.. Tp sy tetap menyayangi beliau & dengan semampunya sy merawat & memenuhi apa yg diinginkan beliau, meskipun sy tau apa yg sy kerjakan blm cukup utk membalas apa yg telah ibu berikan selama ini..
    I always luv u mom, hope u get well soon..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s